Langsung ke konten utama

Dear Moon


            Aku tidak tahu ingin menulis apa. Aku hanya melakukan tugas yang diberikan. Jujur saja, aku suka menulis namun bukan seorang yang mahir. Aku memiliki semua akun dan semuanya itu ada tulisanku. Blogspot, Wordpress bahkan wattpad. Belum dihitung dengan catatan yang ada di handphoneku, tulisan-tulisan dibuku yang selalu aku curahkan ketika bosan ataupun galau. Kkkk..
            Saat ini aku sedang mendengarkan lagu ‘Dear Name” – IU. Aku bahkan tidak tahu apa arti lagu ini, alunan musiknya mengisyaratkan dia sedang meminta. Sekarang lagunya berganti menjadi “Dear Moon” – Jaehwi yang dicover oleh IU walaupun sebenarnya pencipta lagu ini adalah IU. Aku sangat menyukai lagu ini. Setiap mendengarnya aku selalu ingin meneteskan air mata. Lagu ini adalah salah satu OST dari drama “My Mister”. Lagu ini paling menyayat ketika menampilkan Ji An yang diperankan Lee Ji Eun a.k.a IU (lagi) sedang membawa neneknya yang tuna rungu dengan troli belanja menikmati indahnya bulan hari itu. Setiap mengingatnya aku selalu merasa bodoh karena merasa diri paling sengsara di dunia ini. Kadang disetiap rasa ketidakberdayaanku, aku merasa menyesal telah ada dan telah dilahirkan. Tapi setelah menonton drama ini, aku malu akan diriku sendiri. Seorang Jian, gadis remaja yang membunuh seseorang yang menyakiti neneknya, harus dihadapkan dengan kenyataan jika ia seorang pembunuh.





            Berbagai hal yang dia lakukan untuk mendapatkan uang. Setelah dipikir, aku terlalu banyak membuang uang sedangkan ada orang seperti Jian yang sedang membutuhkan uang itu. Jika saja aku ada di posisi Jian, aku tidak mungkin bisa bertahan. Siapa yang ingin hidup dengan label ‘pembunuh’ di setiap langkah kakinya ? Siapa yang ingin menghabiskan hidup dengan menjaga neneknya yang bahkan berbicara dan mendengar saja tidak bisa ?

            Aku tidak tahu jika akhirnya aku akan menulis tentang Jian. Aku tidak bisa berhenti lagi berbicara tentang Jian. Terlalu sakit setiap mengingat Jian yang berjuang. Tapi disitulah aku merasa jika hidup tidak semudah itu. Jian yang rela menjadi penjahat hanya karena ingin ‘Ahjussinya’ bahagia. Hal sesederhana ini yang diinginkan Jian. Sesuatu yang diinginkan walaupun bukan untuk dirinya sendiri.

“Ingin ku bawakan apa ?” kata-kata yang membuat Jian iri dengan istri Park Dong Hoon. Yupss.. Sekali lagi, hal sesederhana itu yang diinginkan oleh Jian.

Park Dong Hoon orang pertama yang menganggap Jian adalah manusia. Jian mengatakan jika semua orang yang baik padanya tidak akan berbuat lebih dari empat kali. Mereka akan merasa terbebani dan akhirnya mulai meninggalkannya. Berbeda dengan Dong Hoon, kebaikannya yang lebih dari empat kali kepada Jian membuat Jian akhirnya menyukai Dong Hoon.

Aku tidak tahu jika hal-hal sederhana itu, bisa membuat orang lain bahagia. Banyak pelajaran yang bisa didapatkan ketika menonton drama ini. Jika anda seorang pecinta drama romance, ini sangat tidak disarankan. Jika anda ingin memahami pahitnya kehidupan, ini bisa jadi referensi untuk anda. Dan aku bisa mengatakan jika : Jika anda bukanlah orang yang paling menderita didunia. Banyak sekali orang yang lebih menderita, bahkan penderitaanmu bukanlah tandingan dari mereka yang lebih menderita. Berhentilah berpikir bahwa kamu kesusahan, kamu hanya perlu waktu untuk menghadapinya. Semuanya akan berlalu. “Bersedihlah sebentar, lalu cerialah lebih banyak lagi” (Rina Nose).

Aku terlalu banyak membahas tentang Lee Ji An. Aku hampir lupa jika hari ini adalah perilisan lagu “Love poem” – IU. Itu akan dirilis jam 6pm KST. Yang artinya jam 17.00 WITA. Aku sudah menyiapkan kekuatan untuk membuat Hashtag #6_Lovepoem_지은이_아이 menjadi trending topic di twitter. Baru-baru ini aku memang menyukai IU a.k.a Lee Ji Eun lewat drama hits tahun ini “Hotel Del Luna”, aku sangat menyukai karakter Jang Man Wol pemilik Hotel Del Luna. Sangat sangat berbeda dengan karakter Lee Ji An.

Kurasa aku sudah cukup menulis hari ini.

Seperti yang dikatakan diatas. Aku hanya suka menulis dan bukan penulis yang mahir. Tujuanku menulis ini hanya karena aku sedang tidak berbuat apa-apa dan ini adalah salah satu pelarianku dari kebosanan.

Sekian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hadapi dengan Senyuman

HADAPI DENGAN SENYUMAN Setiap manusia pasti ada masalah nya masing-masing, nggak mungkin kalo nggk ada. Dalam hidup ini kadang kita sadar atau pun nggak sadar kalo setiap kata yang keluar dari mulut kita, bisa saja membuat kita berada dalam suatu masalah! Bukan hanya setiap kata yang keluar dari mulut kita. Tapi setiap tindakan yang  kita  lakukan. Mungkin saja kita tidak masalah dengan apa yang kita lakukan. Namun bermasalah jika orang yang melihat dan mendengarkan kita.  Itulah hidup. Semuanya tidak seperti yang diharapkan. Banyak kesalahpahaman.  Pernah gak sih ? Kamu merasa terasingkan ? terkucilkan ?  Menurut aku, pasti semua pernah ada di posisi itu. Kenapa ? Karena sama seperti yang diatas aku tulis bahwa semua itu gak akan luput dari salah ataupun kesalahpahaman.  Akhir-akhir ini, aku merasa bahagia, namun dalam sekejap rasanya hilang begitu saja. Ini bukan berbicara tentang Percintaan, namun kehidupan.  Memang sebelumnya aku membuat...

Sendiri

Ketika ku melangkahkan kaki menuju tujuan yang tiada akhir..  Terus berjalan tanpa menoleh ke arah lain.  Tidak peduli dengan yang ada Keangkaran dunia yang memuakkan,  Kemunafikan setiap orang Haruskah aku berada disini?  Ingin aku pergi Namun hanya bisa diam BODOH!  Pergi saja… Jangan diam dalam kesunyian.  Berlari!! Namun aku memiliki luka yang membuat aku tidak bisa berlari.

Bahkan Alturisme Manusia didasarkan pada Sifat Egosentris

Bahkan Alturisme Manusia didasarkan pada Sifat Egosentris Even human altruism is based on self-centred - IU  Apa itu  Alturisme  dan  Egosentris  ? Alturisme merupakan perhatian terhadap orang lain tanpa memikirkan diri sendiri. Sedangkan Egosentris adalah sifat seseorang yang menjadikan diri sendiri sebagai titik pusat pemikiran (perbuatan) atau dengan kata lain berpusat pada diri sendiri.  Alturisme dan Egosentris merupakan kedua kata yang memiliki arti yang sangat bertolak belakang. Lalu mengapa kalimat diatas mengatakan jika "Altruisme didasarkan dari sifat Egosentris" ? Kadang kita akan sangat menderita dan tersiksa melihat seseorang yang kita kasihi menjadi terpuruk dan menyendiri.  Kata-kata dukungan dan pelipur lara akan kita berikan dengan cepat karena kita tidak bisa  hanya duduk diam, melihat dan tidak melakukan apa-apa terhadap orang yang kita kasihi itu.   Setelah dipikirkan lagi, tindakan yang tela...