Aku ingin dia menghilang. Apa gunanya dia datang jika hanya untuk pergi ? Aku merindukannya setiap hari, tapi dia sangat menyebalkan ketika datang. Bukankah itu bisa dibilang kejam ? Bisakah dia pergi dan tidak usah kembali lagi ? Kurasa memilikinya disaat sepi sangat membantu.. nyatanya dia hanya penambah rasa sakit. Aku hanya terdiam saat dia datang dan itu hanya membuatku makin tersiksa menahan perasaan. Aku tidak ingin kecewa lagi dengannya.. Awalnya aku menyukainya, namun lama kelamaan aku muak dengan tingkahnya yang seenaknya. Disaat aku menginginkan hal lebih, dia pergi. Apakah malam itu harus benar-benar ada ?
Hanya sebuah kata-kata penggambaran hidup dan kenyataan