Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Dear Moon

            Aku tidak tahu ingin menulis apa. Aku hanya melakukan tugas yang diberikan. Jujur saja, aku suka menulis namun bukan seorang yang mahir. Aku memiliki semua akun dan semuanya itu ada tulisanku. Blogspot, Wordpress bahkan wattpad. Belum dihitung dengan catatan yang ada di handphoneku, tulisan-tulisan dibuku yang selalu aku curahkan ketika bosan ataupun galau. Kkkk..             Saat ini aku sedang mendengarkan lagu ‘Dear Name” – IU. Aku bahkan tidak tahu apa arti lagu ini, alunan musiknya mengisyaratkan dia sedang meminta. Sekarang lagunya berganti menjadi “Dear Moon” – Jaehwi yang dicover oleh IU walaupun sebenarnya pencipta lagu ini adalah IU. Aku sangat menyukai lagu ini. Setiap mendengarnya aku selalu ingin meneteskan air mata. Lagu ini adalah salah satu OST dari drama “My Mister”. Lagu ini paling menyayat ketika menampilkan Ji An yang diperankan Lee Ji Eun a.k...

Sendiri

Ketika ku melangkahkan kaki menuju tujuan yang tiada akhir..  Terus berjalan tanpa menoleh ke arah lain.  Tidak peduli dengan yang ada Keangkaran dunia yang memuakkan,  Kemunafikan setiap orang Haruskah aku berada disini?  Ingin aku pergi Namun hanya bisa diam BODOH!  Pergi saja… Jangan diam dalam kesunyian.  Berlari!! Namun aku memiliki luka yang membuat aku tidak bisa berlari.

Selfishness of Heart vs Reality of Life

Cinta itu selalu bermasalah. Jika saja cinta itu berjalan lurus seperti semestinya mungkin semuanya akan berbahagia tanpa memikirkan kekhawatiran dimasa yang akan datang.  Kekhawatiran tentang hati yang bisa saja salah atau-pun mungkin bisa pindah. Tidak ada yang tahu bagaimana cara mengatasinya. Seberapapun kita menahannya pasti akan ada saatnya hati mengkhianati jalan pikiran kita. Logika selalu dikalahkan dengan hati yang tak tentu arah.  Kadang karena hati kita selalu melakukan hal yang tidak bisa kita duga.  Betapa buruknya hati jika tidak berjalan sesuai keinginan.  Dia akan menjadi jahat dan bertindak semaunya dengan alasan jika itu yang dia inginkan. Hati dan perasaan adalah sesuatu yang sangat egois dan tidak pernah memikirkan yang lain. Tapi.. Hati harus menelan kepahitan ketika kenyataan menyadarkannya.

Apa yang dikehendakinya ?

Ramai mencipta kesepian Ceria menumpuk rasa galau Bicara tidak menghasilkan kenyamanan dalam kehidupan Dusta bekal kemunafikan Berkali-kali bangkit melawan Namun hanya tetap diam Akankah ulah manusia menciptakan perasaan mati ? Apa yang di kehendakinya ? Mencekam itu yang ku rasakan Tersingkir itu yang ku alami Apa mereka pahami diriku  ? Haruskah ku pergi ? Haruskah aku untuk sendiri  ? Mati terkubur dalam kesunyian, kesepian menemani hampa dunia yang kurasakan…